Wednesday, August 19, 2015

HUT RI ke-70 di Rumah Asuh YABNI Padang

Tujuh puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Tidak sedikit pengorbanan yang dikeluarkan oleh para pendiri bangsa ini. Mengisi HUT RI ke-70 tahun 2015 ini, pengelola Rumah Asuh YABNI Padang telah menyiapkan rangkaian acara di lingkungan Rumah Asuh YABNI Padang.
Tanggal 16/08/2015 semua keluarga besar Rumah Asuh YABNI Padang diajak tour keliling Sumbar sembari mentadabburi kekayaan alam ranah Minang. “Tour ini tidak hanya sekedar jalan-jalan biasa yang menghabiskan atau menghambur-hamburkan uang belaka tetapi jauh dari itu terselip suatu tujuan mulia, dimana anak-anak diajak refreshing setelah selama sekian bulan ditempa dengan ilmu pengetahuan tanpa jeda. Siang mereka sibuk dengan kegiatan sekolah masing-masing, jika malam mereka disibukkan dengan program Rumah Asuh YABNI Padang yang berjibun. Selain itu tour ini juga bertujuan menziarahi dan mempelajari perlawanan bangsa Indonesia khususnya Ranah Minang dalam mengusir penjajah.” Demikian dijelaskan oleh Ust. Usman Chatib, SHI.,MA. yang merupakan kepala Rumah Asuh YABNI Padang.

Foto bersama dengan latar Istano Basa Pagaruyung
Setelah seharian touring keliling Sumbar. Tanggal 17/08/2015 kegiatan peringatan HUT RI ke-70 dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera merah putih di halaman Rumah Asuh YABNI Padang yang diikuti oleh seluruh anak asuh YABNI Padang. Upacara pengibaran bendera merah-putih berlangsung sederhana dan penuh kekhidmatan. Dalam amanatnya Ust. Usman Chatib yang bertindak selaku pembina upacara menyampaikan bahwa peringatan HUT RI ini bukan hanya sekedar seremonial belaka tetapi adalah bagaimana kita memaknai dan memahami hakikat dari kemerdekaan itu sendiri. Pemaknaan yang tepat dan kokoh akan melahirkan action yang positif dalam mengisi kemerdekaan ini. Dengan demikian kita telah berazam dalam merubah bangsa Indonesia yang amat kita cintai ini yang hari ini sedang terpuruk pada posisi yang sangat mengkhawatirkan, imbuhnya.
Pengibaran bendera merah-putih oleh anak asuh YABNI Padang
Keseriuan dan keceriaan anak asuh terpancar dalam kesukariaannya mengikuti setiap acara perlombaan yang telah diprogramkan oleh pengelola Rumah Asuh YABNI Padang.

Rumah Asuh YABNI Padang yang beralamat di Jl. Kapuk Konsi-Bandar Lurus Rt.01 Rw.03 Kel. Air Pacah Kec. Koto Tangah Kota Padang merupakan sebuah lembaga yang peduli dengan masa depan Indonesia. Kepedulian terhadap masa depan Indonesia ini diwujudkan dalam kepedulian terhdap pendidikan anak bangsa.

Keceriaan anak asuh YABNI Padang dalam mengikuti perlombaan
Meskipun belepotan yang penting happy

Rumah Asuh YABNI Padang merupakan asrama atau rumah kedua bagi anak bangsa yang dhuafa dan berprestasi. Dimana semua anak yang di asuh dan dididik di Rumah Asuh YABNI Padang dijamin pendidikannya sampai Strata 1 (S1) dengan syarat mereka serius menjalani pembinaan di Rumah Asuh YABNI Padang. Bukti keseriusan mereka dibuktikan dengan menjadi yang terbaik di sekolah dan patuh serta taat dengan semua peraturan yang berlaku di lingkungan Rumah Asuh YABNI Padang. 

Monday, August 10, 2015

Obat Hati Yang Gersang

Dalam sebuah riwayat telah dijelaskan bahwa Abu Hurairah ra. mengabarkan bahwa  seseorang telah melapor kepada Rasulullah saw, tentang kegersangan hatinya. Lalu, Nabi saw menjelaskan: “bila engkau mau menghidupkan qalbumu, beri makanlah orang orang miskin dan cintai anak yatim”. (H.R. Ahmad).
Jamuan makan siang oleh donatur di Asrama YABNI Padang
Riwayat ini sangat relevan dengan realitas yang ada di tengah-tengah kita sekarang ini. Banyak manusia yang merasa kurang, kegelisahan selalu melilit, padahal jika dilihat ia telah berada pada standar hidup layak dan berkecukupan. Memiliki rumah mewah, mobil dan dilimpahkan kekayaan yang cukup, anak sekolah tinggi-tingi dan di tengah masyarakat mendapat posisi yang terhormat. Tetapi di lain pihak justru semua itu tidak menjadikannya tenteram dan nyaman, hati selalu di hantui rasa kurang dan perasaan gundah.
Obat ala Rasulullah saw dalam perkara ini adalah peduli kepada orang miskin dan cintai sertai kasihi anak yatim dengan jalan tunaikan zakat, infak, sedekah, dan kepedulian lainnya yang di landasi tujuan membahagiakan fakir, miskin, dan yatim sebagai ekspresi dari jiwa syukur atas anugerah nikmat Allah. Syukur di sini adalah aktivitas yang lahir dari keyakinan, bahwa harta yang di milikinya, titipan Allah yang harus dipergunakan secara proporsional sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.
Telah diriwayatkan juga kepada kita bahwa Nabi Ibrahim As. belum bersedia makan kecuali jika ada beberapa tamu yang ikut serta makan bersama di mejanya. Ketika terjadi tidak ada seorang tamu pun yang datang ke rumahnya, padahal ia sudah merasa lapar. Nabi Ibrahim pun pergi keluar untuk mencari seseorang yang bersedia diajak makan bersamanya. Akhirnya di tepi hutan, ia bertemu dengan seorang yang telah berusia lanjut.
Ibrahim pun mengundangnya untuk makan. Di tengah perjalanan, Ibrahim as bertanya kepada lelaki tua itu mengenai agama yang di anutnya. Si lelaki tua itu menjawab, bahwa ia seorang yang tidak beragama (Atheist). Mendengar hal ini, Ibrahim menjadi marah dan membatalkan undangan makannya kepada si lelaki tua itu.
Namun tak lama setelah itu, Ibrahim as mendengar suara dari atas  Wahai Ibrahim, kami bersabar atasnya selama tujuh puluh tahun meskipun ia tidak beriman (kepada kami), namun engkau tidak dapat bersabar atasnya, meskipun hanya tujuh menit saja? Mendengar itu, Ibrahim as pun sadar, lalu ia segera menyusul lelaki tua itu untuk mengajak kembali ke rumahnya untuk makan malam bersamanya.
Rasulullah saw bersabda, Seseorang yang melewati malamnya dengan perut kenyang sedangkan tetangganya menderita lapar, berarti ia tidak pernah beriman kepadaku. Pada hari kiamat kelak, Allah tidak akan memandang penduduk suatu negri yang salah satu warganya kelaparan.
Santunan oleh donatur untuk santri asuh Rumah Asuh YABNI Padang
Ketika seorang miskin mati kelaparan, itu terjadi bukan karena tuhan tidak memperhatikannya. Tetapi karena kita enggan memberikan kepada orang itu sesuatu yang dibutuhkannya. Lantaran ada bisik rasa selalu kekurangan dalam hati kita. Sehingga kita lebih takut rugi jika memberi. Padahal seperti wasiat Rasulullah SAW, memberi dan mencintai fakir miskin, obat mujarab untuk menjernihkan dan menenangkan hati dan jiwa manusia.
Itu sepenggal cerita teladan yang penting untuk kita simak dan perlu kita apresiasikan dalam keseharian. Supaya kita terbebas dari berbagai penyakit yang muncul beragam dalam masa ini. Dimana banyak penyakit yang timbul dalam kekinian, banyak disebabkan karena persoalan mental yang tidak dilandasi rasa syukur, tetapi sebaliknya gengsi dan keserakahan berkecamuk di benaknya. Semoga kita dapat membebaskan diri dari penyakit hati dan ketidak pedulian. Dan semoga kita senantiasa diberikan kesehatan serta kebahagian oleh Allah. (Uje)



Sunday, February 15, 2015

Rumah Asuh YABNI Menerima Santri Baru

"GRATIS SAMPAI LULUS SMA"
Notaris : Hendri Final, SH. No. 46 Tanggal 08 September 2014
Kepmenkumham: Nomor AHU-05711.50.10.2014 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum YABNI Padang
Menyambut tahun ajaran baru 2015-2016 Rumah Asuh YABNI Padang membuka pendaftaran secara gratis untuk para putera-puteri bangsa yang kurang beruntung dalam sisi finasial orangtua untuk melanjutkan pendidikan. Fasilitas sandang, pangan, papan & pendidikan akan didapat para santri secara GRATIS sampai selesainya pendidikan SMA dan setamat SMA jika mampu menempus perguruan tinggi negeri, pembiayaan dilanjutkan.
Dapatkan formulir secepatnya ……….TERBATAS!!!
Persyaratan Pendaftaran :
1.       Fotocopy rapor/ijazah
2.       Fotocopy Kartu Keluarga
3.       Fotocopy KTP Orang Tua/Wali
4.       Pas Foto 3x4 (3 lembar)
5.       Surat Keterangan Yatim/Tidak Mampu
6.       Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter/bidan
KABARKAN BERITA GEMBIRA INI KEPADA SAUDARA, TETANGGA / KERABAT KITA...
Alamat Rumah Asuh YABNI Padang : Jl. Kapuk Konsi Rt. 02 Rw. 05 Lubuk Minturun Sei. Lareh Kota Padang
Phone: 081363780868

Webblog: http://www.rumahasuhyabnipadang.blogspot.co.id

Tuesday, January 13, 2015

Rumah Asuh YABNI Padang Terbitkan Buku Profil

RA-YABNI/Padang. Rumah Asuh YABNI Padang merupakan sebuah asrama tempat bernaung anak-anak dhuafa (miskin) dan yatim/piatu untuk tetap eksis mengecap dunia pendidikan. Mereka dibina, dididik dan disekolahkan kemana kemauan mereka. Saat ini ada yang bersekolah di SMK seperti SMKN 1 Sumbar, SMKN 1 Padang, SMKN PP Padang dan SMAN 12 Padang. Ada juga yang menempuh pendidikan di jejang sekolah menengah pertama seperti SMPN 27 Padang, SMP Perti Padang, SMPN 32 Padang dan SMPN 22 Padang. Ada juga yang masih duduk di bangku SD seperti SD 41 Aia Pacah Padang.
 Silahkan Unduh Lengkap

Siang hari mereka sekolah selayaknya teman-teman mereka yang tinggal bersama orangtua mereka bersekolah. Malam hari kembali ke asrama untuk menerima pembinaan keagamaan dan mengasah pengetahuan yang didapat di sekolah. Mereka diinapkan di lingkungan asrama Rumah Asuh YABNI Padang.

Pembiayaan mereka bersumber dari donasi yang disalurkan oleh para dermawan dan hartawan yang peduli masa depan anak bangsa.

Dalam rangka menghargai torehan catatan perjalanan Rumah Asuh YABNI Padang yang baru berjalan + 2 tahun, pengelola Rumah Asuh YABNI Padang menerbitkan sebuah buku profil yang berjudul “2 Tahun Untuk Negeri”.

Buku profil Rumah Asuh YABNI Padang 2 Tahun Untuk Negeri ini tidak hanya sebagai apresiasi terhadap dokumen atau torehan catatan 2 tahun perjalanan Rumah Asuh YABNI Padang tetapi juga sebagai upaya menempatkan moment bahwa di Kapuk Konsi Aia Pacah Kota Padang Sumatera Barat sana ada sebuah lembaga yang bergerak dengan tugas mulia menyelamat pendidikan anak bangsa yang tidak mampu. Kondisi ini seyogyanya mengetuk sanubari para hartawan dan dermawan untuk ikut serta mendonasikan sebagian rizkinya di Rumah Asuh YABNI Padang.


Donasi bisa disalurkan melalui Rek. BNI dengan nomor rekening 0353851052 atas nama Yayasan Bening Nurani. (Uje)

Friday, December 5, 2014

Saturday, November 15, 2014

Menyantuni Anak Yatim


Yatim berasal dari bahasa Arab yang berarti orang yang kehilangan (kematian) ayahnya, bukan ibunya. Menyantuni anak yatim merupakan kewajiban umat Islam karena ia adalah orang yang kehilangan ayah yang wajib menanggung nafkahnya. Maka, hak menanggung nafkahnya berpindah kepada kaumuslimin sebagai orang tuanya. Namun demikian, orang yang kehilangan (kematian) ibunya tetap wajib disantuni sebagaimana halnya anak yatim. Apalagi kalau kehilangan (kematian) kedua orang tuanya sekaligus. Adapun piatu adalah istilah dalam bahasa Indonesia untuk sebutan bagi anak yang kehilangan (kematian) ibunya. Sehingga anak yang kehilangan (kematian) ayah dan ibunya sering disebut dengan yatim piatu. Masa keyatiman seorang anak itu ada batasnya, yaitu ketika ia telah baligh dan tampak rusyd (kemandirian) pada dirinya. 

Santri Rumah Asuh YABNI Padang

Firman Allah SWT:

وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ

“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya.” [Qs. an-Nisa', 4: 6].

Banyak hadits yang menganjurkan kita untuk memelihara dan menyantuni anak yatim, antara lain:
عَنْ سَهْلٍ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا [رواه البخارى].

”Diriwayatkan dari Sahl, Rasulullah saw bersabda: Aku dan pemelihara anak yatim, di surga seperti ini. Lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya sedikit.” [HR. Al-Bukhari].
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَافِلُ الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ وَأَشَارَ مَالِكٌ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى [رواه مسلم].
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: ‘Pemelihara anak yatim kepunyaannya (masih ada hubungan keluarga) atau kepunyaan orang lain (tidak ada hubungan keluarga), dia dan aku seperti dua jari ini di surga.’ Lalu Malik mengisyaratkannya dengan jari telunjuk dan jari tengah.” [HR. Muslim].

Secara terperinci Nabi Muhammad SAW tidak memberi contoh bagaimana cara menyantuni anak yatim. Yang jelas, cara menyantuni anak yatim itu adalah dengan memuliakan, memperhatikan, memberi kasih sayang, memenuhi kebutuhan hidupnya (makan, minum, pakaian, tempat tinggal), pendidikannya, kesehatannnya dan segala sesuatu yang diperlukannya agar menjadi anak yang shalih, mandiri dan berguna.

Tentang membelai rambut anak yatim, memang ada sebuah hadits sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ امْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ وَأَطْعِمْ الْمِسْكِينَ [رواه أحمد ورجاله رجال الصحيح].

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” [HR. Ahmad dengan perawi shahih].

Menurut hadits ini, mengusap kepala anak yatim dan memberi makan orang miskin mempunyai pengaruh yang sangat baik pada diri seseorang, yaitu dapat melembutkan hati yang keras. Dalam prakteknya, kedua hal tersebut dilakukan dengan penuh keinsyafan hati secara natural (tidak dibuat-buat) atau dipaksa-paksakan). Mengusap kepala anak yatim adalah simbol atau cara menunjukkan empati dan kasih sayang, bukan ritual yang harus dilakukan. Sudah barang tentu yang diusap adalah kepala anak yatim yang belum dewasa. Adapun orang laki-laki membelai rambut anak yatim putri yang sudah menginjak usia remaja adalah dilarang karena menimbulkan fitnah.

Sedangkan keutamaan menyantuninya dijelaskan dalam hadis dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
·   Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
·   Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
·   Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.
·  Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.
·   Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya.
·        

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”, karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:
1.  Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آَبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ}
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (Qs. al-Ahzaab: 5).
2.  Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia.
3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram, sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah. (Uje)



Monday, November 10, 2014

Rumah Asuh Programkan Wirid Remaja

Pembinaan kegiatan keagamaan di kalangan remaja amat penting artinya dalam membentengi berbagai masalah penyimpangan perilaku. Saat ini remaja menghadapi kegalauan karena tidak kuatnya pegangan keyakinan beragamanya.

Santri antusias mengikuti arahan Ust. Kepala
Berangkat dari kerangka berfikir itulah, maka di Rumah Asuh YABNI Padang diadakan kegiatan wirid remaja yang dikhususkan bagi santri Rumah Asuh YABNI Padang. “Kegiatan apapun yang dilaksanakan oleh remaja di surau dan di masjid harus mendapat apresiasi dan dorongan. Kita harus bangga dengan remaja yang mau mengurus kegiatanan keagamaan.” Demikian dikatakan oleh Ust. Usman Chatib, SHI.,MA. dalam  sambutannya ketika membuka kembali kegiatan wirid remaja di Mushalla Baitul Mukmin Kapuk Konsi beberapa waktu yang lalu.

Saat ini, sadar maupun tidak telah banyak remaja yang makin jauh dari nilai-nilai agama. Jangankan untuk mengadakan kegiatan, hadir ke surau atau ke mesjid saja mereka banyak yang enggan,” imbuh Ust. Usman Chatib.

Kegiatan wirid remaja yang diprogramkan oleh Rumah Asuh YABNI Padang dilakukan 2 (dua) kali dalam satu bulan. Setiap Kamis malam secara periodik. Materi yang ditekankan dalam kegiatan wirid remaja yang telah diprogramkan tersebut menitik beratkan pada ranah ibadah dan akhlak.

Ust. Usman Chatib, Pimpinan Rumah Asuh YABNI Padang dalam kegiatan Wirid Remaja

Menyadari kompleksitas masalah yang ada di bangsa ini, yang titik tolaknya berada pada persoalan moralitas, maka kita komitmen akan melahirkan generasi-generasi yang bernas dan berkepribadian luhur serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagaaman. Demikian yang ditegaskan oleh Ust. Usman Chatib dalam sambutannya. (Uje)

Kode Warna HTML

CODE COLOUR HTML

000000

000033

000066

000099

0000CC

0000FF

003300

003333

003366

003399

0033CC

0033FF

006600

006633

006666

006699

0066CC

0066FF

009900

009933

009966

009999

0099CC

0099FF

00CC00

00CC33

00CC66

00CC99

00CCCC

00CCFF

00FF00

00FF33

00FF66

00FF99

00FFCC

00FFFF

330000

330033

330066

330099

3300CC

3300FF

333300

333333

333366

333399

3333CC

3333FF

336600

336633

336666

336699

3366CC

3366FF

339900

339933

339966

339999

3399CC

3399FF

33CC00

33CC33

33CC66

33CC99

33CCCC

33CCFF

33FF00

33FF33

33FF66

33FF99

33FFCC

33FFFF

660000

660033

660066

660099

6600CC

6600FF

663300

663333

663366

663399

6633CC

6633FF

666600

666633

666666

666699

6666CC

6666FF

669900

669933

669966

669999

6699CC

6699FF

66CC00

66CC33

66CC66

66CC99

66CCCC

66CCFF

66FF00

66FF33

66FF66

66FF99

66FFCC

66FFFF

990000

990033

990066

990099

9900CC

9900FF

993300

993333

993366

993399

9933CC

9933FF

996600

996633

996666

996699

9966CC

9966FF

999900

999933

999966

999999

9999CC

9999FF

99CC00

99CC33

99CC66

99CC99

99CCCC

99CCFF

99FF00

99FF33

99FF66

99FF99

99FFCC

99FFFF

CC0000

CC0033

CC0066

CC0099

CC00CC

CC00FF

CC3300

CC3333

CC3366

CC3399

CC33CC

CC33FF

CC6600

CC6633

CC6666

CC6699

CC66CC

CC66FF

CC9900

CC9933

CC9966

CC9999

CC99CC

CC99FF

CCCC00

CCCC33

CCCC66

CCCC99

CCCCCC

CCCCFF

CCFF00

CCFF33

CCFF66

CCFF99

CCFFCC

CCFFFF

FF0000

FF0033

FF0066

FF0099

FF00CC

FF00FF

FF3300

FF3333

FF3366

FF3399

FF33CC

FF33FF

FF6600

FF6633

FF6666

FF6699

FF66CC

FF66FF

FF9900

FF9933

FF9966

FF9999

FF99CC

FF99FF

FFCC00

FFCC33

FFCC66

FFCC99

FFCCCC

FFCCFF

FFFF00

FFFF33

FFFF66

FFFF99

FFFFCC

FFFFFF

BY : RUMAH ASUH YABNI PADANG

FF4848

FF68DD

FF62B0

FE67EB

E469FE

D568FD

9669FE

FF7575

FF79E1

FF73B9

FE67EB

E77AFE

D97BFD

A27AFE

FF8A8A

FF86E3

FF86C2

FE8BF0

EA8DFE

DD88FD

AD8BFE

FF9797

FF97E8

FF97CB

FE98F1

ED9EFE

E29BFD

B89AFE

FFA8A8

FFACEC

FFA8D3

FEA9F3

EFA9FE

E7A9FE

C4ABFE

FFBBBB

FFACEC

FFBBDD

FFBBF7

F2BCFE

EDBEFE

D0BCFE

FFCECE

FFC8F2

FFC8E3

FFCAF9

F5CAFF

F0CBFE

DDCEFF

FFDFDF

FFDFF8

FFDFEF

FFDBFB

F9D9FF

F4DCFE

E6DBFF

FFECEC

FFEEFB

FFECF5

FFEEFD

FDF2FF

FAECFF

F1ECFF

FFF2F2

FFFEFB

FFF9FC

FFF9FE

FFFDFF

FDF9FF

FBF9FF

800080

872187

9A03FE

892EE4

3923D6

2966B8

23819C

BF00BF

BC2EBC

A827FE

9B4EE9

6755E3

2F74D0

2897B7

DB00DB

D54FD5

B445FE

A55FEB

8678E9

4985D6

2FAACE

F900F9

DD75DD

BD5CFE

AE70ED

9588EC

6094DB

44B4D5

FF4AFF

DD75DD

C269FE

AE70ED

A095EE

7BA7E1

57BCD9

FF86FF

E697E6

CD85FE

C79BF2

B0A7F1

8EB4E6

7BCAE1

FFA4FF

EAA6EA

D698FE

CEA8F4

BCB4F3

A9C5EB

8CD1E6

FFBBFF

EEBBEE

DFB0FF

DBBFF7

CBC5F5

BAD0EF

A5DBEB

FFCEFF

F0C4F0

E8C6FF

E1CAF9

D7D1F8

CEDEF4

B8E2EF

FFDFFF

F4D2F4

EFD7FF

EDDFFB

E3E0FA

E0EAF8

C9EAF3

FFECFF

F4D2F4

F9EEFF

F5EEFD

EFEDFC

EAF1FB

DBF0F7

FFF9FF

FDF9FD

FEFDFF

FEFDFF

F7F5FE

F8FBFE

EAF7FB

5757FF

62A9FF

62D0FF

06DCFB

01FCEF

03EBA6

01F33E

6A6AFF

75B4FF

75D6FF

24E0FB

1FFEF3

03F3AB

0AFE47

7979FF

86BCFF

8ADCFF

3DE4FC

5FFEF7

33FDC0

4BFE78

8C8CFF

99C7FF

99E0FF

63E9FC

74FEF8

62FDCE

72FE95

9999FF

99C7FF

A8E4FF

75ECFD

92FEF9

7DFDD7

8BFEA8

AAAAFF

A8CFFF

BBEBFF

8CEFFD

A5FEFA

8FFEDD

A3FEBA

BBBBFF

BBDAFF

CEF0FF

ACF3FD

B5FFFC

A5FEE3

B5FFC8

CACAFF

D0E6FF

D9F3FF

C0F7FE

CEFFFD

BEFEEB

CAFFD8

E1E1FF

DBEBFF

ECFAFF

C0F7FE

E1FFFE

BDFFEA

EAFFEF

EEEEFF

ECF4FF

F9FDFF

E6FCFF

F2FFFE

CFFEF0

EAFFEF

F9F9FF

F9FCFF

FDFEFF

F9FEFF

FDFFFF

F7FFFD

F9FFFB

1FCB4A

59955C

48FB0D

2DC800

59DF00

9D9D00

B6BA18

27DE55

6CA870

79FC4E

32DF00

61F200

C8C800

CDD11B

4AE371

80B584

89FC63

36F200

66FF00

DFDF00

DFE32D

7CEB98

93BF96

99FD77

52FF20

95FF4F

FFFFAA

EDEF85

93EEAA

A6CAA9

AAFD8E

6FFF44

ABFF73

FFFF84

EEF093

A4F0B7

B4D1B6

BAFEA3

8FFF6F

C0FF97

FFFF99

F2F4B3

BDF4CB

C9DECB

CAFEB8

A5FF8A

D1FFB3

FFFFB5

F5F7C4

D6F8DE

DBEADC

DDFED1

B3FF99

DFFFCA

FFFFC8

F7F9D0

E3FBE9

E9F1EA

EAFEE2

D2FFC4

E8FFD9

FFFFD7

FAFBDF

E3FBE9

F3F8F4

F1FEED

E7FFDF

F2FFEA

FFFFE3

FCFCE9

FAFEFB

FBFDFB

FDFFFD

F5FFF2

FAFFF7

FFFFFD

FDFDF0

BABA21

C8B400

DFA800

DB9900

FFB428

FF9331

FF800D

E0E04E

D9C400

F9BB00

EAA400

FFBF48

FFA04A

FF9C42

E6E671

E6CE00

FFCB2F

FFB60B

FFC65B

FFAB60

FFAC62

EAEA8A

F7DE00

FFD34F

FFBE28

FFCE73

FFBB7D

FFBD82

EEEEA2

FFE920

FFDD75

FFC848

FFD586

FFC48E

FFC895

F1F1B1

FFF06A

FFE699

FFD062

FFDEA2

FFCFA4

FFCEA2

F4F4BF

FFF284

FFECB0

FFE099

FFE6B5

FFD9B7

FFD7B3

F7F7CE

FFF7B7

FFF1C6

FFEAB7

FFEAC4

FFE1C6

FFE2C8

F9F9DD

FFF9CE

FFF5D7

FFF2D2

FFF2D9

FFEBD9

FFE6D0

FBFBE8

FFFBDF

FFFAEA

FFF9EA

FFF7E6

FFF4EA

FFF1E6

FEFEFA

FFFEF7

FFFDF7

FFFDF9

FFFDF9

FFFEFD

FFF9F4

D1D17A

C0A545

C27E3A

C47557

B05F3C

C17753

B96F6F

D7D78A

CEB86C

C98A4B

CB876D

C06A45

C98767

C48484

DBDB97

D6C485

D19C67

D29680

C87C5B

D0977B

C88E8E

E1E1A8

DECF9C

DAAF85

DAA794

CF8D72

DAAC96

D1A0A0

E9E9BE

E3D6AA

DDB791

DFB4A4

D69E87

E0BBA9

D7ACAC

EEEECE

EADFBF

E4C6A7

E6C5B9

DEB19E

E8CCBF

DDB9B9

E9E9C0

EDE4C9

E9D0B6

EBD0C7

E4C0B1

ECD5CA

E6CCCC

EEEECE

EFE7CF

EEDCC8

F0DCD5

EACDC1

F0DDD5

ECD9D9

F1F1D6

F5EFE0

F2E4D5

F5E7E2

F0DDD5

F5E8E2

F3E7E7

F5F5E2

F9F5EC

F9F3EC

F9EFEC

F5E8E2

FAF2EF

F8F1F1

FDFDF9

FDFCF9

FCF9F5

FDFAF9

FDFAF9

FCF7F5

FDFBFB

F70000

B9264F

990099

74138C

0000CE

1F88A7

4A9586

FF2626

D73E68

B300B3

8D18AB

5B5BFF"

25A0C5

5EAE9E

FF5353

DD597D

CA00CA

A41CC6

7373FF

29AFD6

74BAAC

FF7373

E37795

D900D9

BA21E0

8282FF

4FBDDD

8DC7BB

FF8E8E

E994AB

FF2DFF

CB59E8

9191FF

67C7E2

A5D3CA

FFA4A4

EDA9BC

F206FF

CB59E8

A8A8FF

8ED6EA

C0E0DA

FFB5B5

F0B9C8

FF7DFF

D881ED

B7B7FF

A6DEEE

CFE7E2

FFC8C8

F4CAD6

FFA8FF

EFCDF8

C6C6FF

C0E7F3

DCEDEA

FFEAEA

F8DAE2

FFC4FF

EFCDF8

DBDBFF

D8F0F8

E7F3F1

FFEAEA

FAE7EC

FFE3FF

F8E9FC

EEEEFF

EFF9FC

F2F9F8

FFFDFD

FEFAFB

FFFDFF

FFFFFF

FDFDFF

FAFDFE

F7FBFA